















Assalamualaikum dan selamat siang menjelang sore,
Saya minjam komputer kantor lagi buat nebenk nulis artikel ini ya..
Siang ini lumayan sejuk Makassar, sampai-sampai membuat saya sedikit mengantuk untuk melanjutkan akifitas kantor, padahal AC di ruangan ini tidak menyala.
Kemarin, waktu artikel pertama saya tentang Lomo saya keluarkan, rasanya memang sudah ridak begitu ungin menulis lagi, menulis apalah yang penting nulis lagi di blog ini.
Tapi kali ini saya memilih untuk menulis lagi tentang Lomo. Memperkenalkan selangkah lagi lebih jauh tentang Lomo kepada pembaca. Kalau di artikel sebelumnya saya hanya membahas mengenai sejarahnya Lomo, kali ini saya akan mulai membahas jenis-jenis Lomo. Kali ini saya hanya akan memaparkan beberapa mengenai jenis-jenis Lomo pada umumnya saja. Check it out.
Ada cukup banyak model-model Lomo yang beredar di Indonesia saat ini, sebut saja ada Diana, Holga, LCA, Colorsplash, Action Sampler, Fisheye, Lubitel, dan Horizon. Kita teliti dulu beda-beda setiap Lomo ini.
Diana+/ Diana f+
Model ini cukup terjangkau harganya, dan tersedia beberapa lens dan accesoris yang cukup menarik. Karena lens-nya dapat di copot. Tersedia beberapa model lensa misalnya untuk wide angle dan fisheye. Kamera ini menggunakan format film 120 mm, yang sudah jarang kita temui belakangan ini. Meskipun disediakan juga tempat untuk film 35 mm yang di sebut Diana F+ Back 35 mm yang di jual terpisah. Di Makassar mencari film 120 ini lumayan sulit, tetapi untuk tempat PO dan scan nya sendiri, tidak begitu sulit.
Holga
Mungkin holga merupakan salah satu yang termurah. Kamera ini memiliki fitur yang hampir sama dengan model Diana +/F+ namun dengan harga yang lebih terjangkau. Karena tersedia beberapa pilihan lensa dan flash yang bermacam-macam dan cukup unik. Holga juga menggunakan film 120 mm namun bisa juga menggunakan film 35 mm dengan sedikit trik.
LCA
Aslinya model ini dibuat oleh Rusia. Namun untuk sekarang sudah diproduksi secara masal di Cina. Kamera ini memiliki glass lens dan memiliki kemampuan yang menarik (Lebih Advanced lah ya..), meskipun memiliki quality control yang kurang bagus namun menghasilkan foto yang „menarik“. Kamera ini menggunakan film 35 mm, yang sering kita jumpai di setiap toko kamera di mana mana. Harganya sendiri cukup mahal, namun jika di lihat dari pilihan lensa dan flash yang yang sedemikian menarik, kamera ini layak di beli untuk anda yang berkantong cukup tebal.
Colorsplash
Hasil foto dengan menggunakan kamera lomo jenis colorsplash akan bermain dengan warna. Warna yang tampil difoto belum tentu sesuai dengan warna asli. Kamera ini seringkali digunakan untuk acara di malam hari.
Action Sampler
Hasil foto Lomografi yang dihasilkan dengan kamera action sampler adalah foto dengan bentuk 1 foto terbagi 4 bagian.
Kamera pocket dengan lensa fisheye. Cakupan pandangan 170 derajat. Hasil foto berbentuk bulat seperti mata ikan. Kamera LOMO FISHEYE ada 2 jenis, yang tipe pertama atau sering disebut fisheye1, dana tipe kedua atau sering disebut fisheye2. Beda dari 2 tipe ini adalah, yang tipe kedua viewfindernya sudah cembung, jadi kita dapat tahu bagaimana hasil gambarnya. Dan juga sudah dibekali dengan mode Bulb dan Multiple Exposure.
Horizon
Sekarang kamera ini di Klaim sebagai kamera lomo yang saya kurang setuju
karena kamera ini termasuk kamera yang profesional dimana dibutuhkan perhitungan
speed dan aperture yang tepat terlebih dahulu sebelum mengambil gambar. bukan dont think just shoot tapi karena Lomography berhasil membuat orang terangsang untuk jeprat jepret jadi saya tidak terlalu ambil pusing kalau mereka mengklaim kamera ini termasuk dalam kategori lomography
Makasih ya sudah mau mampir untuk membaca artikel ini. Semoga bermanfaat. Dan salam Lomography. ^^








