Selasa, 15 November 2011

Ibarat Menggeggam Bara Api

Anas bin Malik menuturkan, Rasulullah SAW bersabda: “Akan tiba suatu masa pada manusia, dimana orang yang bersabar di antara mereka dalam memegang agamanya, ibarat orang yang menggenggam bara api.” (Hr. at-Tirmidzi)

Dengan redaksi yang berbeda, Abu Hurairah menuturkan, Rasulullah SAW bersabda: “Celakalah orang-orang Arab, yaitu keburukan yang benar-benar telah dekat; fitnah ibarat sepenggal malam yang gelap gulita. Pagi hari seseorang masih beriman, sorenya telah berubah menjadi Kafir. Kaum yang menjual agama mereka dengan tewaran dunia yang tidak seberapa. Maka, orang yang berpegang teguh pada agamanya, ibarat orang yang menggenggam bara api.” (Ibn Hajar al-Haitsami, Majma’ az-Zawaid wa Manba’ al-Fawaid, juz VII, hal. 552)

Rasulullah SAW ketika ditanya oleh para sahabat, “Wahai Rasulullah, apakah (kita) termasuk mereka?” Beliau menjawab: “Justru, mereka seperti kalian.” ‘Umar bin al-Khatthab menjelaskan takwil surat Ali ‘Imran: 110 dengan menyatakan, “Siapa saja yang mengerjakan amal sebagaimana yang kalian kerjakan, maka dia pun sama kedudukannya seperti kalian..” (Lihat, al-Qurthubi, al-Jami’ li Ahkam al-Qur’an, juz IV, hal. 170)

Imam al-Auza’i pernah ditanya, “Kapankah zaman tersebut?” Beliau menjawab, “Kalau bukan zaman kita sekarang ini, saya tidak tahu, kapankah zaman tersebut? ” (Lihat, Ibn ‘Asakir, Tarikh Dimasqa, juz XXXVII, hal. 97). Kalau pada zaman al-Auza’i sudah sedemikian parah, padahal hukum syara’ masih diterapkan oleh negara dan para penguasanya, lalu bagaimana dengan zaman kita?

Senin, 23 Agustus 2010

Lailatul Qadr.....



Assalamualaikum warahmatullahiwabarakatu...
Kali ini blog Mutiah mau membahas mengenai Malam Lailatul Qadr, berhubung ini bulan puasa...Cekidot...
Mari mengenal Lailatul Qadr...
Apakah Malam Lailatul Qadr itu?
Ada banyak versi membahas mengenai apa sebenarnya malam Lailatul Qadr itu. Yang akan dikaitkan pada artikel kali ini adalah oleh Quraish Shihab . Kata Qadar (قﺩﺭ) sesuai dengan penggunaannya dalam ayat-ayat Al Qur'an dapat memiliki tiga arti yakni :
  1. Penetapan dan pengaturan sehingga Lailat Al-Qadar dipahami sebagai malam penetapan Allah bagi perjalanan hidup manusia. Penggunaan Qadar sebagai ketetapan dapat dijumpai pada surat Ad Dukhan ayat 3-5 : Sesungguhnya Kami menurunkannya (Al-Quran) pada suatu malam, dan sesungguhnya Kamilah yang memberi peringatan. Pada malam itu dijelaskan semua urusan yang penah hikmah, yaitu urusan yang besar di sisi Kami
  2. Kemuliaan. Malam tersebut adalah malam mulia tiada bandingnya. Ia mulia karena terpilih sebagai malam turunnya Al-Quran. Penggunaan Qadar yang merujuk pada kemuliaan dapat dijumpai pada surat Al-An'am (6): 91 yang berbicara tentang kaum musyrik: Mereka itu tidak memuliakan Allah dengan kemuliaan yang semestinya, tatkala mereka berkata bahwa Allah tidak menurunkan sesuatu pun kepada masyarakat
  3. Sempit. Malam tersebut adalah malam yang sempit, karena banyaknya malaikat yang turun ke bumi, seperti yang ditegaskan dalam surat Al-Qadr. Penggunaan Qadar untuk melambangkan kesempitan dapat dijumpai pada surat Ar-Ra'd ayat 26: Allah melapangkan rezeki yang dikehendaki dan mempersempit (bagi yang dikehendaki-Nya)
Keutamaan Malam Lailatul Qadr itu sendiri apa?
Cukuplah utk mengetahui tinggi kedudukan Lailatul Qadar dgn mengetahui bahwasa malam itu lbh baik dari seribu bulan Allah berfirman "Sesungguh Kami menurunkan Al Qur'an pada malam Lailatul Qadar tahukah engkau apakah malam Lailatul Qadar itu? Malam Lailatul Qadar itu lbh baik dari seribu bulan Pada malam itu turunlah malaikat-malaikat dan Jibril dgn izin Rabb mereka (untuk membawa) segala urusan Selamatlah malam itu hingga terbit fajar." (Al Qadar : 1-5)
Dan pada malam itu dijelaskan segala urusan yg penuh hikmah "Sesungguh Kami menurunkan pada suatu malam yg diberkahi dan sesungguh Kami-lah yg memberi peringatan. Pada malam itu dijelaskan segala urusan yg penuh hikmah (yaitu) urusan yg besar dari sisi Kami. Sesungguh Kami adl Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui." (Ad Dukhan : 3 - 6)

Keistimewaan Malam Lailatul Qadr itu apa?
Pertama, malam diturunkannya Alquran. Ada yang mengatakan bahwa pada malam inilah dahulu Nabi Muhammad SAW menerima ayat Alquran untuk pertama kalinya. Ada juga yang mengatakan bahwa yang dimaksud turunnya Alquran di sini adalah turunnya Alquran dari lauh al-mahfuzh ke langit dunia secara sekaligus. Selanjutnya dari langit dunia Alquran diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW secara berangsur-angsur selama hampir 23 tahun.
Kedua, nilai ibadah yang dilakukan pada malam ini lebih baik dari seribu bulan. Diriwayatkan oleh Ibnu Hatim dan al-Wahidi dari Mujahid RA bahwa ada seorang Israel yang menyandang senjata dalam rangka berjuang di jalan Allah SWT selama seribu bulan. Para sahabat yang mendengar cerita ini pun takjub. Maka turunlah surat al-Qadr.
Masih dari Mujahid RA, Ibnu Jarir meriwayatkan bahwa ada seorang Israel yang beribadah sepanjang malam, kemudian berperang melawan musuh sepanjang siang. Demikian dilakukan selama seribu bulan. Kemudian turunlah ayat
“lailat al-Qadr itu lebih baik dari seribu bulan” sebagaimana yang telah dilakukan oleh orang tersebut.
Kalau dihitung secara matematis, seribu bulan itu sama dengan 83 tahun 4 bulan. Beribadah pada malam ini nilainya lebih baik dari pada beribadah selama 83 tahun, suatu waktu yang belum tentu kita memiliki umur sepanjang itu. Dan malam ini hanya diberikan kepada umat Muhammad SAW, dan hanya ada di bulan Ramadhan.
Ketiga, para malaikat, termasuk malaikat Jibril, turun membawa keputusan tentang apa yang akan terjadi selama setahun ke depan. Hal ini diperkuat pula dengan ayat-ayat pertama pada surat ad-Dukhan.
Keempat, para malaikat menebar salam pada malam tersebut sampai pagi. Hal ini sangat istimewa bagi para hamba Allah yang malam itu melakukan salat sepanjang malam, berdoa, istighfar, membaca tasbih, dan amalan lain dalam rangka beribadah kepada Allah SWT.
Melihat sejumlah keistimewaan pada malam tersebut, sangat wajar dan masuk akal kalau umat Islam seluruh dunia berusaha meningkatkan ibadah di bulan Ramadhan. Mudah-mudahan bertepatan pada lailatul qadar, mereka sedang beribadah kepada Allah SWT. Salat malam, membaca Alquran, zikir, membaca salawat, dan amal ibadah lainnya. Ibadah “hanya” semalam tapi dinilai lebih baik dari 83 tahun.

Kapankah Malam Lailatul Qadr itu datang?

Mengenai waktu terjadinya Lailatul Qadr, para ulama beragam pendapat. Ibnu Hajar menyebutkan lebih dari 40 pendapat. Namun, bila kita membaca hadits-hadits Nabi SAW, dapat kita simpulkan sebagai berikut :
~ Lailatul Qadr terjadi setiap tahun di bulan suci Ramadhan, terutama pada malam-malam
sepuluh hari terakhir ketika Rasulullah SAW melakukan I’tikaf, “Apabila memasuki sepuluh hari terakhir di bulan Ramadhan, Rasulullah saja menghidupkan malam-malamnya dengan
beribadah. Beliau membangunkan istrinya, bersungguh-sungguh dan serius bribadah,”
(HR Bukhari dan Muslim)
~ Lebih utamanya pada malam-malam ganjil, yaitu 21,23, 25, 27 , dan 29. Rasulullah SAW bersabda, “Carilah Lailatul Qadr pada malam-malam ganjil di sepuluh hari terakhir di bulan Ramadhan,” (HR Bukhari dan Muslim)
~ Lebih spesifik lagi adalah pada tanggal 27 Ramadhan menurut pendapat mayoritas ulama dan
tanggal 21 menurut Imama Syafi’i. Ibnu Abbas pernah meminta sahabat yang lebih tua, lemah
dan tidak mampu berdiri berlama-lama untuk bertanya kepada Rasul, kapankah ia bisa
mendapatkan Lailatul Qadar? Rasulullah SAW menasehati agar ia mencarinya pada malam ke 27 (HR Thabrani dan Baihaqi).
~ Malam Jum’at yang jatuh pada tanggal ganjil, juga perlu diperhatikan
Di sebutkan didalam kitab al Bajuri syarah dari matan Abi Syuja’a, bahwa ada beberapa ulama salaf yang setiap tahunnya menemui malam lailatul qadr, sehingga mereka menyimpulkan menjadi satu syair yang maksudnya sebagai berikut:

apabila awal puasa Jum’at maka ambillah tanggal 29
jika diawali dengan Sabtu maka hari ke 21 tanpa ragu
apabila hari Ahad hari ke 27
dan jika hari senin maka lailatul qadr 29
jika selasa awal puasa maka di hari ke 25 akan didapat
apabila awal puasa hari rabu maka tanggal 27 lailatul qadr
sedang jika hari kamis maka malam tanggal 23

Semoga artikelnya bermanfaat bagi kita semua, amin...

Tetap ceria dan semangat berpuasa ya....^^

Semoga kita semua masih menjadi orang-orang beriman yang menantikan malam Lailatul Qadr, amin...